Kenapa harus pakai hijab? Kenapa harus sekarang? Kenapa harus mempertahankan penutup kepala ini seumur hidup?
Jawaban yang sering muncul tidak jauh beda maknanya dari gambar ini. Kenapa harus ditunggu? Mau nunggu kamu mati dulu?
Sebagai sebuah proses yang harusnya panjang dan penuh kontemplasi, sepakatkah kamu kalau lebih baik tidak perlu memaksa diri berhijab dulu jika memang belum ada panggilan hati?
Lebih baik menunggu daripada mempertaruhkan hal penting macam ini.
1. Hijab tidak sama dengan hiasan kepala. Sekali memakai kamu harus berpikir seribu kali untuk melepasnya
Bila kamu memakai bandana, atau jepit, atau pita penghias kepala, kamu bisa memakainya saat ingin dan melepasnya ketika sudah tidak ingin. Begitu juga dengan model rambut. Bisa kamu ubah kapan saja setiap kamu bosan dengan gaya lama. Tapi hijab bukanlah itu semua. Sekali kamu memutuskan memakai hijab, kamu akan memakainya selamanya. Karena hijab bukanlah hiasan kepala, melainkan penutup aurat.
2. Ada sederet ketentuan berhijab yang harus kamu penuhi. Tanpa panggilan hati berat melakukan ini
Tapi kamu yang memakai hijab dari dalam hati, pasti tahu bahwa tetap ada ketentuan yang tidak boleh dilanggar dalam berpakaian. Misalnya, tidak menonjolkan lekuk tubuh. Meski kamu tampil trendi dengan hijab, tidak berarti kamu melupakan kaidah-kaidah berpakaian muslim hanya demi tampil cantik.
3. Hijab juga membawa konsekuensi yang harus kamu jalani. Pertanyaannya, sudahkah kamu siap membawa diri?
Karena hijab bukanlah fashion, melainkan sebuah simbol agama dan salah satu kewajiban bagi perempuan muslim, hijab tidak hanya membawa ketentuan, tapi juga konsekuensi. Artinya, dengan hijab, berarti kamu mengakui dirimu sebagai perempuan muslim, dan dengan demikian, segala perilakumu juga harus mencerminkan seorang muslim. Hijab bukan sekadar penutup kepala, tapi juga pengontrol perilaku. Sejak hari kamu berhijab kamu mesti lebih hati-hati sebab perilakumu bisa berpengaruh pada pendapat orang atas hijabmu.
4. Hijab harusnya membuatmu berlari lebih kencang. Tapi tanpa kesadaran hijab malah menghasilkan perasaan ‘dibatasi’
Beberapa perempuan merasa enggan mengenakan hijab karena berpikir mungkin hijab akan membatasi ruang geraknya. Sehingga akan menghalanginya untuk mengejar cita-cita. Padahal potensi seseorang tidak dapat disembunyikan oleh selembar hijab saja.
Kamu bisa melihat dari pengalaman Dhini Aminarti memakai Hijab. Istri dari aktor Dimas Seto ini tergerak hatinya untuk mengenakan hijab ketika membaca sebuah artikel tentang kisah wanita yang taat beribadah tapi tidak bisa masuk surga. Dhini yang tersentuh hatinya, merasa artikel itu menyindir dirinya. Akhirnya, dengan segala keyakinan hati dan kebulatan tekad, Dhini memutuskan memakai hijab. Dhini juga tidak takut hijab akan menghalangi langkahnya di dunia entertainment, karena Dhini yakin bahwa soal jodoh, rezeki, dan maut itu sudah ada yang mengatur. Terbukti, memakai hijab membawa rezeki lain untuknya yang kini menjadi brand ambassador busana muslim.
5. Hijab berhubungan dengan pengalaman spiritual pribadi. Untuk menjalaninya dengan hati, haruslah atas kemauan diri sendiri
Dorongan untuk mengenakan hijab selalu berkaitan dengan pengalaman spiritual. Sementara pengalaman spiritual sendiri adalah sebuah pengalaman yang sifatnya sangat personal. Kamu bisa memakai model baju cantik karena melihat artis juga memakainya. Kamu juga bisa pergi ke Raja Ampat karena melihat foto-foto cantik orang yang sudah ke sana. Tapi hijab selalu berhubungan dengan panggilan hati, yang datangnya sering tidak terduga.
Salah satunya adalah kisah unik dari Anisa Rahma. Mantan personil Cheri Belle ini mengaku mendapatkan hidayah untuk berhijab secara tiba-tiba. Tanpa alasan yang pasti, tiba-tiba Anisa merasa tersentuh hatinya ketika melihat perempuan-perempuan berhijab yang terlihat berwibawa serta menyejukkan hati. Anisa juga menjalani proses yang panjang dalam meyakinkan dirinya sebelum akhirnya memutuskan untuk berhijab, karena dia tidak mau berhijab hanya karena keinginan sesaat saja. Bagi Anisa, keinginannya berhijab itu adalah panggilan hati untuk melakukan apa yang seharusnya dijalankan.
6. Panggilan hati juga bisa berbeda-beda. Proses memutuskan berhijab bagi setiap perempuan tidaklah sama
Karena merupakan pengalaman spiritual, panggilan hati bisa berbeda-beda. Seperti Dhini yang terpanggil hatinya saat membaca sebuah artikel dan Anisa yang tersentuh hatinya ketika melihat kharisma seorang perempuan yang berhijab, kamu bisa mengalami panggilan hati yang berbeda pula. Hijab adalah soal keyakinan. Mengenakannya dari dalam hati harusnya membawa dampak tidak hanya pada penampilan, tapi juga perilaku dan sikap sehari-hari.
Jilbab tidak sama dengan fashion (meski untuk perempuan berhijab sudah banyak style fashion yang bisa dipilih). Memakai hijab untuk ikut-ikutan artinya kamu hanya sedang berusaha mematut diri. Sedang, memakai hijab karena panggilan hati artinya kamu menutup kepala demi merayakan identitas dan kontrol atas tubuhmu sendiri.
Kedua semangat ini sangat berbeda. Semoga kamu memutuskan berhijab karena alasan yang kedua 

Tidak ada komentar:
Posting Komentar